Kasus IRT dan Balita Ditahan, Puluhan Pengacara Daftar Diri Jadi Pembela

Sab, 20 Feb 2021 04:24:13pm author Metro Dompu
IMG-20210220-WA0080

Mataram – metrodompu.com, Empat ibu rumah tangga (IRT) ditahan Kejari Praya lantaran melempar gudang rokok di UD MAWAR, Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah.

Ironisnya, dua dari empat IRT membawa balita dan menyusui di balik jeruji penjara.

Mereka ditangkap dan ditahan atas tuduhan pengerukan. Padahal mereka melakukan protes karena pemilik pabrik tidak pernah mendengar aspirasi mereka. Banyak anak-anak yang sakit akibat polusi dari pabrik. Bahkan, warga sekitar sama sekali tidak dipekerjakan di pabrik.

Diketahui, masing-masing IRT asal Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah adalah Nurul Hidayah (38), Martini (22), Fatimah (38) dan Hultiah (40). Mereka merupakan warga Dusun Eat Nyiur yang diancam pasal 170 KUHP ayat (1) dengan ancaman pidana lima sampai tujuh tahun kurungan penjara atas tuduhan pengerukan.

Menyikapi kasus tersebut para advokat yang tegabung pada Tim Hukum “Nyalakan Keadilan untuk IRT” tergerak untuk memberikan pendampingan hukum kepada empat IRT yang tengah tersandung masalah hukum tersebut.

Tidak tanggung-tanggung ada sekitar 50 advokat yang ikut bergabung dalam Tim Keadilan untuk IRT tersebut. Itu belum termasuk praktisi, pegiat perempuan, NGO, akademisi dan elemen lainnya.

“Banyak, ada sekitar 50 orang advokat yang sudah menyatakan kesiapan untuk ikut dalam gerakan ini,” ungkap Koordinator Tim Keadilan untuk IRT, Ali Usman Ahim, Sabtu, 20 Februari 2021.

Sebagai langkah awal, pihaknya sudah mulai turun melakukan investigasi, mengumpulkan keterangan yang dibutuhkan dari para pihak terkait untuk mengetahui kronologis kejadian serta duduk persoalan sesungguhnya yang terjadi.

Selain menjenguk empat IRT di Rutan Praya, pihaknya juga sudah menemui pihak keluarga serta melakukan olah TKP di lokasi kejadian kasus dugaan pengerusakan yang menjadi dasar kasus hukum tersebut.

Nantinya juga ada rencana mengajukan permohonan pra peradilan terkait kasus tersebut. Persetujuan kuasa hukum dari pihak keluarga para IRT terkait rencana itu, saat ini tengah diurus.

“Karena ini berkaitan dengan kasus hukum, tentu langkah-langkah yang akan ditempuh sesuai dengan ketentuan hukum yang ada,” tandasnya.

Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB yang juga mantan Direktur Eksekutif WALHI NTB ini mengatakan, pihaknya tergerak untuk ikut membantu para IRT bukan karena apa-apa. Tapi lebih sebagai bentuk gerakan moral dan kemanusiaan.

Menurutnya kasus yang membelit para IRT tersebut aneh sampai harus diproses hukum. Karena ada langkah-langkah restoratif justice yang bisa ditempuh untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Tanpa harus melalui proses hukum. Apalagi penyebabnya hanya persoalan sepele. 

Anggota tim hukum lain, Apriadi Abdi Negara yang juga Ketua LBH Pencari Keadilan menegaskan bahwa hukum dibuat untuk menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat. Bukan malah untuk melanggengkan penindasan.

“Kalau penegakan hukum model seperti ini, jelaslah tidak berkesesuaian dengan tujuan penciptaan hukum itu sendiri,” katanya.

“Ini ada ibu yang anaknya sedang sekarat harus ditahan. Ada juga yang terpaksa harus membawa serta anaknya yang masih balita ikut ke penjara, di mana rasa keadilan dan kemanusiaan itu?” ujar Abdi dengan nada prihatin.

Hal itulah yang kemudian menggerakkan hati berbagai elemen masyarakat di daerah ini untuk membantu upaya penyelesaian terhadap kasus yang menimpa empat IRT beserta keluarganya tersebut.

Anggota tim hukum lainnya, Ikhsan Ramdhani yang juga Ketua FORMAPI NTB menambahkan, berdasarkan hasil investigasi tim, empat IRT tersebut ditahan lantaran dituduh melakukan pengerusakan dengan melemparkan batu ke gudang pabrik tembakau, UD Mawar Putra.

Dua di antara IRT itu memiliki anak balita yang usianya sekitar 1 tahun dan 1,5 tahun ikut bersama ibunya berada di sel karena harus diberikan ASI.

“Setelah kami olah TKP sama sekali tidak kami temukan ada kerusakan, pelapor terlalu mengada-ada dan membual mengenai kerusakan yang timbul akibat perbuatan empat IRT tersebut,” cetusnya.

“Saya tidak habis pikir apa yang menjadi dasar pertimbangan obyektif pihak jaksa sehingga menahan mereka, dan kenapa penyidik seperti memaksakan perkara diproses,” keluhnya. (Tim)

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

PPDI Pertanyakan Lambannya Penetapan Pagu ADD 2024

Sel, 20 Feb 2024 02:31:04pm

Dompu, metrodompu.com - Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Dompu mempertanyakan kelambanan Dinas teknis yaitu DPMPD...

Ayo Recycle! Kegiatan Seru PMM UMM bersama Siswa-Siswi SD Negeri SOOKO 1

Sab, 17 Feb 2024 10:06:15am

Mojokerto, metrodompu.com - Februari 2024 sekelompok Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan sebuah program Pengabdian Masyarakat oleh...

KPU Dompu Gelar Rakor Persiapan Pemungutan dan Perhitungan Suara Pemilu 2024

Ming, 11 Feb 2024 03:39:23am

Dompu, metrodompu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Dompu, pada Sabtu, 10 Pebruari 2024 menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan...

Kuasai Narkotika Jenis Shabu, Seorang Warga Mumbu Diringkus di Cabang Sipon

Sen, 5 Feb 2024 11:37:24am

Dompu, metrodompu.com - Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Dompu telah melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku tindak pidana menjual, membeli,...

Ratusan Warga Desa Adu Blokir Jalan, Kendaraan PT. STM Dirusak, Kapolres Turun Tangan

Ming, 4 Feb 2024 10:33:55pm

Dompu, metrodompu.com - Ratusan warga Desa Adu, Kecamatan Hu'u Turun ke Jalan Raya Lintas Lakey, Kecamatan Hu'u persis depan Kantor Desa setempat,...

Bhabinkamtibmas Desa Banggo Sambangi Warga Binaan Sampaikan Pesan Kamtibmas dan Sosling

Ming, 4 Feb 2024 10:26:58pm

Dompu, metrodompu.com - Salah satu personil Polsek Manggelewa, Brigadir Khairul Anwar, pada Sabtu (3/2/2023) sekira pukul 09.30 Wita menyambangi...

Kapolsek Dompu Blusukan di Kampo Samporo, Serap Aspirasi Warga Pasar

Ming, 4 Feb 2024 10:18:10pm

Dompu, metrodompu.com - Bertempat di Areal Pasar Tradisional Dompu, Kapolsek Iptu Arif Syarifuddin, SH berkesempatan menyerap aspirasi Masyarakat dan...

SMAN 2 Woja Gelar In House Training Penyusunan Perangkat Ajar

Sab, 3 Feb 2024 01:48:39am

Dompu, metrodompu.com - Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, terutama dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar tahun 2024, maka SMA...

Polsek Woja Patroli KRYD di Doro Cumpa, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Jum, 2 Feb 2024 09:13:09am

Dompu, metrosompu.com - Bertempat di Doro Cumpa Kelurahan Kandai Dua Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, Polsek Woja dalam hal ini Piket SPKT Polsek,...

Berita Terbaru

Kriminal

Pendidikan

Visitor